RADARBLORA.COM,- Terik matahari dan musim kemarau yang berkepanjangan kembali menghadirkan duka bagi warga di sejumlah pelosok Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Di tengah kesulitan yang mencekik, suara kepedulian datang dari Senayan. Eva Monalisa, anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah 3 (Pati, Rembang, Grobogan, dan Blora), menegaskan komitmennya untuk memastikan warga tidak lagi berjuang sendirian menghadapi krisis air bersih.
Saat dihubungi melalui sambungan WhatsApp, Eva Monalisa menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kondisi geografis Blora yang kerap dilanda kekeringan. Baginya, persoalan air bukan sekadar persoalan logistik, melainkan menyangkut harga diri dan kelangsungan hidup keluarga.
“Bantuan 200 tengki air bersih ke 14 Kecamatan di Kabupaten Blora ini kami dorong sebagai bentuk kepedulian dan respon nyata terhadap kebutuhan masyarakat. Air bersih bukan sekadar bantuan, tetapi merupakan kebutuhan dasar dan hak masyarakat. Jangan sampai ada warga yang harus kesulitan mendapatkan air untuk minum, memasak, maupun kebutuhan keluarga sehari-hari,” ujar Eva Monalisa, Kamis (17/9/2026).
Namun, politikus yang dikenal dekat dengan rakyat ini tidak ingin persoalan air hanya diselesaikan dengan pola tambal sulam. Ia mengingatkan bahwa distribusi air bersih hanyalah solusi jangka pendek yang sifatnya darurat. Eva mendorong adanya terobosan besar untuk solusi permanen.
“Ke depan kita harus mendorong solusi yang lebih permanen melalui pembangunan dan penguatan infrastruktur air bersih. Jaringan distribusi, embung, serta pengelolaan air yang berkelanjutan. Air bersih harus hadir sampai ke rumah-rumah warga, bukan hanya ketika terjadi krisis,” harapnya.
Dari Desa Karanggeneng, salah satu wilayah yang merasakan langsung dampak kekeringan, tetesan air bersih yang datang bak oase di tengah padang gurun. Cuk Suwartono, yang mewakili pemerintah desa setempat, tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya. Ia menuturkan bahwa warga di RT 1, 2, 3, dan 4 selama ini benar-benar bergantung pada pasokan air bantuan.
“Jadi bantuan air bersih ini sangat membantu warga kami karena khususnya di RT 1, 2, 3, dan 4 Desa Karanggeneng ini sangat membutuhkan air. Jadi air bersih ini sangat-sangat dibutuhkan warga,” ucap Cuk Suwartono dengan mata berkaca-kaca.
Dengan penuh rasa hormat, ia pun menyampaikan doa dan harapan terbaiknya untuk sang wakil rakyat. “Saya ingin mengucapkan terima kasih sekali kepada Bu Eva, sukses untuk Bu Eva, sehat selalu untuk Bu Eva.”
Bukan hanya soal air, Cuk Suwartono juga menitipkan harapan lain kepada Eva Monalisa. Ia menyadari bahwa di tengah keterbatasan, warga Karanggeneng memiliki potensi ekonomi yang bisa dikembangkan. Ia berharap ada perhatian lebih terhadap pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di desanya.
“Di Karanggeneng ini ada banyak pengrajin atau industri makanan olahan, makanan ringan. Ada satu dua tiga warga yang punya kegiatan UMKM. Mungkin bisa dibantu oleh Bu Eva,” pintanya.
Menanggapi hal tersebut, Eva Monalisa yang di wakili Muchammad Ali Uddin menyampaikan bahwa pihaknya akan terus mengawal aspirasi masyarakat. Baginya, kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan desa adalah kunci untuk membangun Blora yang lebih tangguh menghadapi musim kemarau.
“Yang penting persoalan air bersih menjadi perhatian bersama agar ke depan masyarakat tidak lagi bergantung pada bantuan ketika musim kemarau datang. Ini adalah pekerjaan rumah kita bersama,” pungkas M. Ali Uddin (YS)
















