Haru dan Tawa Warnai Reuni Alumni Umroh Khadijah Wisata Blora, Hadiah Kulkas hingga TV Jadi Impian Jamaah

RADARBLORA.COM,- Reuni puluhan alumni jamaah umroh Khadijah Wisata Blora berlangsung penuh haru dan tawa. Air mata doa untuk jamaah yang sakit bercampur sorakan gembira saat hadiah kulkas hingga TV dibagikan. Acara rutinan ngaji bareng yang dirangkai pembagian hadiah itu digelar di warung Mbok Penyet, Jalan Sumodarsono, Blora, Sabtu 31 Oktober 2026. Puluhan alumni jamaah umroh Khadijah Wisata PT Nabila Inti Persada hadir menyemarakkan momen silaturahmi tersebut.

Bacaan Lainnya
Yuk pasang Iklan

Direktur Khadijah Wisata PT Nabila Inti Persada, H. Muhammad Mashuri, menegaskan rasa syukur atas nikmat kesehatan yang diberikan Allah SWT pada 2026. Dengan suara bergetar, ia menyampaikan terima kasih kepada Allah SWT dan kepada orang tuanya.

“Alhamdulillah, saya berterima kasih kepada Allah SWT, kepada Bapak-Ibu saya. Dalam keadaan sehat dan bahagia, puji syukur atas kehadiran Allah SWT,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Mashuri menegaskan pentingnya menjaga nikmat iman, islam, dan istiqomah. “Nikmat, iman, islam, istiqomah. Angin ikut kita, sakit menggapai kehidupan. Selamat, selamat salam,” tuturnya penuh makna.

Doa untuk Jamaah yang Sakit.

Momen paling menyentuh terjadi ketika Mashuri menyapa satu per satu jamaah yang hadir. Ia menegaskan sekitar 90 persen jamaah hadir, sementara 10 jamaah berhalangan karena sakit dan ada acara yang tidak bisa ditinggalkan. Muhammad Iksan kelas 5 Sekolah Dasar, Desa keser Kecamatan Tunjungan juga berangkat umroh bersama sekeluarga besar dalam umroh kali ini.

Secara khusus, ia mendoakan salah satu jamaahnya yang sedang sakit agar segera diberi kesembuhan. “Sehat ya Bapak Ibu, semangat ngeh. Alhamdulillah kita berjumpa lagi hari ini. Kesehatan, kelancaran dan keselamatan,” ucapnya lembut.

Ia juga menegaskan pentingnya amal jariah dan ibadah yang khusyuk. “Amal perbuatan, ibadah, khususan, jariah. Diantara Allah, diantara kita, amin,” tambahnya.

Hadiah Kulkas hingga TV Meriahkan Reuni.

Pembagian hadiah utama berupa kulkas, TV, mesin cuci, dan sejumlah door prize menjadi momen paling ditunggu. Hadiah-hadiah itu disambut sorakan gembira dan tepuk tangan para jamaah.

“Pokoknya penak, Insya Allah sudah disiapkan,” canda Mashuri yang disambut tawa riang para jamaah.

Dalam kesempatan itu, ia menegaskan program-program Khadijah Wisata, termasuk tabungan umroh, dana talangan, dan kemitraan perwakilan. “Ini programnya Khadijah Wisata, yang pertama segarah, yang kedua program menabung atau dicicil. DP-nya Rp 12 juta, nabung Rp 200.000-300.000 bisa berangkat,” jelasnya.

12 Tahun Melayani Tamu Allah.

Sekretaris Khadijah Wisata, Hj. Siti Yulianti, menegaskan bahwa Khadijah Wisata telah melayani tamu-tamu Allah selama 12 tahun. Ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada para jamaah.

“Alhamdulillah Bapak Ibu, Khadijah Wisata sudah berusia 12 tahun. Saya melayani tamu-tamunya Allah sudah selama 12 tahun. Ketika ada kurang lebihnya saya minta maaf,” ujarnya dengan penuh kerendahan hati.

Ia menegaskan pesan agar para jamaah yang akan berangkat umroh mempersiapkan diri dengan baik, termasuk menjaga kesehatan. “Biasanya orang habis umroh, habis haji, waktu pilih itu hari biasa. Karena ini sampai 2-3 minggu. Berarti ini kan harus dulu ke rumah sakit, sampai sebulan lagi. Biasanya di sana sakit, di sini tidak sakit,” pesannya.

Apresiasi untuk Para Pembimbing.

Sebagai bentuk terima kasih kepada para pembimbing yang setia mendampingi jamaah dari keberangkatan hingga kepulangan, Mashuri memberikan hadiah khusus kepada Kyai Wasito dan Kyai Suyaji selaku pembimbing bus 1 dan bus 2 jamaah umroh Khadijah Wisata.

“Ini saya siapin, insya Allah ini saya menambah 2. Khususnya, Kyai Wasito sama Kyai Suyaji, itu khusus dari saya. Ini saya ambil untuk yang membimbing kita dari berangkat sampai pulang,” tuturnya.

Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah. Para jamaah tampak puas dan bahagia, membawa pulang bukan hanya hadiah, tetapi juga semangat baru dan kebersamaan yang semakin erat. Rutinan ngaji bareng ini menegaskan bahwa perjalanan spiritual bukan hanya tentang sampai di Tanah Suci, tetapi juga tentang menjaga ikatan setelah kembali ke tanah air. (YS)

Pos terkait

Yuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *