Perumda Tirta Amerta Blora Tembus Target Laba, Kantongi Rp2,9 Miliar per September 2026

Staf Bagian pelayanan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) Tirta Amerta Kabupaten Blora, Jawa Tengah (foto dok: Istimewa/Radar Blora)

RADARBLORA.COM,- Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) Tirta Amerta Kabupaten Blora, Jawa Tengah, mencatat kinerja keuangan impresif. Hingga September 2026, perusahaan daerah itu membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp2,9 miliar, melampaui target laba tahun berjalan yang ditetapkan sebesar Rp2,37 miliar.

Bacaan Lainnya
Yuk pasang Iklan

Direktur Utama Perumda Tirta Amerta Blora, Yan Riya Pramono, menegaskan capaian tersebut merupakan laba sebelum dikurangi pajak. Menurutnya, peningkatan kinerja keuangan perusahaan didukung upaya memperluas jumlah pelanggan melalui rencana penambahan sekitar 600 sambungan rumah (SR) baru.

“Peningkatan kinerja keuangan perusahaan juga didukung upaya memperluas jumlah pelanggan melalui rencana penambahan sekitar 600 sambungan rumah baru,” kata Yan di Blora.

LAMPAUI TARGET DUA TAHUN BERTURUT-TURUT.

Capaian itu melanjutkan tren positif tahun sebelumnya. Pada tahun buku 2025, Perumda Tirta Amerta membukukan laba sebesar Rp2,02 miliar, jauh melampaui target laba yang ditetapkan sebesar Rp1,4 miliar.

Meski membukukan keuntungan, perusahaan belum dapat menyetorkan dividen kepada Pemerintah Kabupaten Blora. Pasalnya, perusahaan masih memiliki akumulasi kerugian dari tahun-tahun sebelumnya. Yan menjelaskan laba yang diperoleh pada 2025 masih digunakan untuk menutup akumulasi kerugian masa lalu.

EFISIENSI DAN PENAGIHAN JADI KUNCI.

Menurut Yan, peningkatan kinerja keuangan perusahaan tidak terlepas dari efisiensi operasional, optimalisasi produksi, serta efektivitas penagihan pelanggan yang mencapai sekitar 94 persen.

Untuk mendorong pertumbuhan pelanggan pada 2026, perusahaan melanjutkan program promosi pemasangan sambungan baru dengan tarif Rp999.999 pada momen tertentu.

“Ke depan, strategi pengembangan perusahaan difokuskan pada optimalisasi produksi, perluasan jaringan distribusi, serta peningkatan jumlah pelanggan guna mendorong pertumbuhan laba secara berkelanjutan,” ujarnya di tulis Senin (2/11/2026)

Namun, pengembangan jaringan masih menghadapi tantangan keterbatasan infrastruktur di tengah meningkatnya permintaan masyarakat terhadap layanan air bersih.

KINERJA KEUANGAN TERUS MEROKET.

Sebagai perbandingan, pada tahun buku 2024, Perumda Tirta Amerta mencatat laba bersih sebesar Rp1,29 miliar, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp739 juta.

Berdasarkan laporan hasil audit Kantor Akuntan Publik (KAP), pendapatan operasional perusahaan juga tumbuh secara tahunan (year-on-year) sebesar Rp1,5 miliar, dari Rp27 miliar pada 2023 menjadi Rp28,782 miliar pada 2024.

Efektivitas penagihan pelanggan yang mencapai sekitar 94 persen setiap bulan turut memberikan kontribusi positif terhadap arus kas perusahaan.

DIVIDEN 55 PERSEN UNTUK PEMKAB BLORA.

Sesuai kebijakan perusahaan, sebanyak 55 persen dari laba bersih setelah pajak dialokasikan sebagai dividen untuk Pemerintah Kabupaten Blora selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM).

Pada tahun buku 2023, dari laba bersih sebesar Rp739 juta, perusahaan menyetorkan dividen sebesar Rp400 juta atau sekitar 54,13 persen. Sementara itu, pada tahun buku 2024, dari laba bersih sebesar Rp1,292 miliar, dividen yang direncanakan mencapai Rp700 juta atau sekitar 54,18 persen. Namun, penyetoran dividen tersebut belum dapat direalisasikan karena ketentuan yang berlaku.

Dengan capaian hingga September 2026 yang telah menembus target tahun berjalan, Perumda Tirta Amerta Blora menunjukkan fundamental keuangan yang semakin solid di tengah tantangan keterbatasan infrastruktur jaringan air bersih. (RB)

Pos terkait

Yuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *