RADARBLORA.COM,– Suasana haru sekaligus penuh inspirasi menyelimuti Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Selasa 2 Juni 2026. Di tengah prosesi penyerahan Surat Keputusan (SK) Pensiun kepada 62 Aparatur Sipil Negara (ASN), sosok Sekretaris Daerah Kabupaten Blora, Komang Gede Irawadi, menjadi pusat perhatian. Bukan hanya karena masa baktinya yang panjang, melainkan juga rencana besarnya usai purna tugas.
Setelah lebih dari tiga dekade mengabdi, Komang Gede Irawadi resmi memasuki masa pensiun dengan Terhitung Mulai Tanggal (TMT) 1 Agustus 2026. Ia dikenal sebagai ASN paling senior sekaligus pejabat dengan pangkat tertinggi di lingkungan Pemkab Blora, yakni golongan IV/e.
Bupati Blora, Dr. H. Arief Rohman, mengaku momen ini terasa sangat istimewa. Didampingi Wakil Bupati Hj. Sri Setyorini, orang nomor satu di Blora itu menyerahkan langsung SK pensiun kepada 62 ASN yang akan purna tugas, terdiri dari 31 orang dengan TMT 1 Juli 2026 dan 31 orang dengan TMT 1 Agustus 2026.
“Bapak Ibu sekalian, pagi hari ini terasa istimewa karena penyerahan SK purna tugas ini ada salah satu ASN terbaik kita, ASN senior di Kabupaten Blora, yakni Bapak Sekda Komang. Beliau pangkatnya tertinggi IV/e sebagai ASN tertinggi yang ada di Kabupaten Blora,” ujar Bupati Arief Rohman dengan penuh haru.
“Pak Komang 31 tahun jadi PNS di Blora. Ada juga Ibu Tri Marheni yang sudah 41 tahun mengabdi. Ini masa pengabdian yang tidak sedikit,” sambungnya.
Para ASN yang pensiun kali ini berasal dari berbagai profesi, mulai dari guru, tenaga kesehatan, dokter, bidan, hingga pegawai pemerintahan. Bupati menyebut mereka semua telah lulus “ujian” pengabdian dengan predikat cumlaude.
Teladan di Masa Pensiun: Langsung Lanjut Doktoral.
Namun, yang paling menyita perhatian publik adalah rencana besar Sekda Komang. Di saat banyak orang memilih beristirahat atau mengisi pensiun dengan usaha, Komang justru memutuskan untuk kembali ke bangku kuliah dan melanjutkan pendidikan ke jenjang doktoral (S3).
“Tapi kalau Pak Sekda ini pensiun, malah mau sekolah S3. Ini luar biasa! Beliau mau pensiun malah mendaftar doktoral di UNY. Ini hobinya karena beliau memang pembelajar. Jadi walaupun pensiun, masih kuliah lagi,” papar Bupati Arief Rohman.
Keputusan Komang ini menjadi pesan moral yang kuat bahwa belajar tidak mengenal batas usia maupun jabatan. Pensiun bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal babak baru untuk terus berkembang dan berkarya.
Bupati Arief Rohman pun berpesan agar para pensiunan ASN tidak berhenti mengabdi kepada masyarakat. Menurutnya, pengalaman puluhan tahun di birokrasi adalah aset berharga yang tetap dibutuhkan daerah.
“Saya berpesan agar bapak ibu semua yang selama ini sudah memberikan kemanfaatan untuk bangsa dan negara, untuk masyarakat, kami mohon tetap menjadi sosok panutan di lingkungan masing-masing. Pengalaman bapak ibu selama puluhan tahun di birokrasi ini menjadi modal yang dibutuhkan masyarakat dan juga untuk memberikan saran masukan kepada kami,” pungkasnya. (RB)











