Bangkit dari Kerusakan 45%, SMPN 3 Kunduran Blora Diselamatkan Banpres Prabowo

Suryono, S.Pd. Kepala Sekolah SMPN 3 Kunduran Kabupaten Blora, saat menunjukkan bangunan gedung yang dapat Banpres Prabowo (foto dok: Y Sunaryo/Radar Blora)

RADARBLORA.COM,Sebuah kabar menggembirakan datang dari dunia pendidikan di Jawa Tengah. SMP Negeri 3 Kunduran, Kabupaten Blora, yang sebelumnya nyaris ambruk dengan tingkat kerusakan lebih dari 45%, kini telah bertransformasi total menjadi sekolah yang aman, kokoh, dan nyaman berkat Program Bantuan Presiden (Banpres).

Bacaan Lainnya
Yuk pasang Iklan

Kepala Sekolah SMPN 3 Kunduran, Suryono, dengan penuh haru mengungkapkan rasa syukurnya. Ia menegaskan bahwa bantuan ini diberikan secara transparan berdasarkan data pokok pendidikan (Dapodik) yang menunjukkan kondisi kritis sekolah mereka.

“Kerusakan sekolah kami memang di atas 45%. Kami mendapatkan bantuan ini murni berdasarkan data Dapodik,” tegas Suryono kepada wartawan, Selasa (2/6/2026).

Dana fantastis sebesar Rp1,9 Miliar pun dicairkan setelah Tim Banpres melakukan verifikasi faktual, termasuk pemotretan langsung di lokasi. Proses pencairan berjalan cepat dan sesuai prosedur, tanpa alasan berbelit.

Mimpi yang Menjadi Nyata.

Dalam kesaksiannya, Suryono menceritakan sebuah pengalaman mistis namun inspiratif. Sebelum bantuan itu datang, ia mengaku bermimpi didatangi oleh Prabowo Subianto yang sedang membersihkan halaman sekolah.

“Sebelum Banpres ini kami terima, saya itu mimpi, Mas. Pak Prabowo membersihkan sekolah ini. Saya ceritakan ke rekan-rekan, dan tidak lama kemudian, tim Banpres benar-benar datang,” ungkapnya.

Mimpi itu menjadi energi positif. Kini, tembok-tembok yang retak dan mengancam keselamatan siswa telah berubah menjadi bangunan kokoh. “Anak-anak sekarang senang, belajar jadi nyaman, tidak khawatir roboh lagi,” imbuh Suryono.

Tolak Anggaran Ganda, Pilih Banpres.

Suryono juga menegaskan sikap tegas sekolahnya dalam menghindari praktik anggaran ganda. Pihaknya secara resmi mundur dari program revitalisasi Kementerian setelah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Blora.

“Dinas Pendidikan sudah konfirmasi ke tim Sarpras Dinas agar tidak dobel anggaran. Saat itu saya langsung konfirmasi, dan kami diberikan arahan tegas. Kami pilih Banpres,” jelasnya.

Tim Banpres yang dipimpin oleh Bapak Haji Suparman bekerja sama dengan Dinas Pendidikan yang diwakili Bapak Asmuni dari tim Sarpras. Sementara itu, terkait acara serah terima aset masih menunggu jadwal resmi dari Tim Banpres.

“Kami masih menunggu konfirmasi bentuk serah terima. Bagaimanapun ini aset pemerintah kabupaten, sehingga kami akan koordinasikan lagi dengan Dinas Pendidikan Blora,” pungkas Suryono. (RB)

Pos terkait

Yuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang IklanYuk pasang Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *