Siap Jadi Agen Perubahan, Dua Remaja Ini Terpilih sebagai Duta GenRe 2026

RADARBLORA.COM,Pemerintah Kabupaten Blora melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) resmi menobatkan Rizky Akbar Putra Basyari dan Salsabila Hidayatul Kamilah sebagai Duta Generasi Berencana (GenRe) Kabupaten Blora Tahun 2026. Penobatan berlangsung dalam Grand Final Apresiasi Duta GenRe yang digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Blora, Rabu (29/7/2026).

Bacaan Lainnya
Yuk pasang Iklan

Penobatan kedua pemenang dilakukan langsung oleh Bunda GenRe Kabupaten Blora, Ainia Shalichah. Momen ini menjadi simbol dimulainya pengabdian mereka sebagai agen perubahan sekaligus duta edukasi bagi para remaja di Kabupaten Blora.

Rizky Akbar dan Salsabila terpilih setelah melalui serangkaian penilaian ketat yang menguji kemampuan komunikasi, wawasan kependudukan, kepemimpinan, advokasi, serta inovasi program kerja. Keduanya berhasil menyisihkan delapan pasangan finalis lainnya yang berasal dari berbagai Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) maupun PIK Mahasiswa (PIK-M) di lingkungan sekolah, perguruan tinggi, dan kecamatan se-Kabupaten Blora.

Dalam sesi advokasi, Rizky Akbar mengangkat gagasan membangun generasi muda yang sehat, cerdas, dan siap menghadapi tantangan era digital. Ia menawarkan empat program prioritas, yakni Remaja Cerdas Digital, Sekolah Berencana, perlombaan berbasis Generasi Berencana untuk mendorong kreativitas remaja, serta program SAPA (Sapa Anak, Sapa Remaja, Sapa Dewasa, Sapa Lansia, dan Sapa Disabilitas) sebagai upaya membangun kepedulian sosial lintas generasi.

Sementara itu, Salsabila Hidayatul Kamilah menyoroti persoalan kesehatan reproduksi remaja yang masih menjadi tantangan di Kabupaten Blora. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah tahun 2025, tercatat 52 kasus HIV/AIDS di Kabupaten Blora. Angka ini menunjukkan bahwa persoalan kesehatan reproduksi remaja merupakan tantangan nyata yang membutuhkan perhatian seluruh pihak.

Melalui inovasi bertajuk SERASI (Sehat Reproduksi Remaja Sadar Diri), Salsabila menghadirkan ruang belajar interaktif menggunakan media puzzle edukasi mengenai kesehatan reproduksi, pendewasaan usia perkawinan, serta perencanaan masa depan sejak dini. Program tersebut telah diterapkan di sejumlah desa dan kelurahan di Kecamatan Blora melalui kolaborasi dengan Balai Penyuluh KB Kecamatan Blora, Tim Penggerak PKK Kecamatan Blora, dan Forum GenRe Kecamatan Blora.

Selain menetapkan Duta GenRe 2026, dewan juri juga menetapkan juara II dan III di masing-masing kategori. Juara II kategori putra diraih Raffa Pramudya Putra Yoga dari PIK-R Muda Gemilang Kecamatan Cepu, sedangkan kategori putri diraih Dewangga Anjanisrina dari PIK-R Smantun SMA Negeri 1 Tunjungan. Adapun Juara III kategori putra diraih Lintang Bayu Pinasthika dari PIK-R Idaman SMA Negeri 2 Blora dan kategori putri diraih Niha Permatasari dari PIK-M Kampus 4 Keperawatan Poltekkes Kemenkes Semarang.

Sekretaris Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Tengah, Al Khafid Hidayat, menjelaskan bahwa saat ini transformasi BKKBN fokus pada peningkatan kualitas keluarga sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia. Menurutnya, pembangunan kependudukan kini tidak lagi hanya berorientasi pada pengendalian jumlah penduduk, tetapi juga peningkatan kualitas keluarga. Saat ini rata-rata jumlah anak dalam satu keluarga berkisar dua hingga tiga anak, sedangkan penduduk usia produktif mencapai sekitar 63,7 persen.

“Potensi bonus demografi harus dipersiapkan dengan baik agar menjadi kekuatan pembangunan, bukan justru menjadi beban di masa depan,” ujarnya.

Sementara itu, sambutan Bupati Blora Arief Rohman yang dibacakan Sekretaris Daerah Blora Komang Gede Irawadi menegaskan bahwa Program GenRe merupakan investasi jangka panjang dalam membentuk generasi muda yang kreatif, berkarakter, dan bertanggung jawab. Menurut Bupati, remaja perlu diberi ruang untuk berkarya sehingga energi mereka tersalurkan pada kegiatan positif dan terhindar dari berbagai perilaku menyimpang.

Di akhir acara, Sekda Komang mengajak para Duta GenRe menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Blora dalam pembangunan daerah. Menurutnya, generasi muda memiliki cara pandang yang lebih segar, kritis, dan adaptif dalam melihat berbagai persoalan pemerintahan.

“Saya yakin GenRe memiliki cara pandang yang berbeda terhadap pemerintahan. Perspektif itulah yang kami butuhkan agar kebijakan yang lahir semakin relevan dengan kebutuhan generasi muda dan mampu menjawab tantangan zaman,” ujar Sekda.

Ia berharap para Duta GenRe maupun para juara lainnya tidak berhenti pada pencapaian sebagai pemenang kompetisi, tetapi mampu menjadi agen perubahan yang mengedukasi remaja, menjembatani aspirasi generasi muda, serta berkontribusi mewujudkan keluarga berkualitas dan memanfaatkan bonus demografi sebagai modal menuju Indonesia Emas 2045. (RB)

Pos terkait

Yuk pasang IklanYuk pasang Iklan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *